PERUBAHAN

Oleh : Suhardi

Tanggal Posting : 30 August 2013

Melalui pengalaman di sepanjang perjalanan hidup, kita semakin yakin bahwa perubahan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita di dunia ini. Eskalasi perubahan yang kita alami semakin hari menjadi semakin cepat, bahkan sebelum kita benar-benar menyadari perubahan itu sendiri. Akibatnya, banyak di antara kita yang menjadi “gagap” dan tidak siap dengan perubahan itu.

Ambil contoh, misalnya dalam hal teknologi komunikasi, perubahan yang terjadi sedemikian pesat kerapkali membuat kita bingung untuk mengikutinya. Baru saja kita selesai belajar teknologi tertentu, eh.. tak lama kemudian apa yang sudah kita kuasai tiba-tiba menjadi “kuno” dan sudah tidak up to date lagi. Itu baru satu contoh. Masih banyak perubahan dalam bidang yang lain, seperti pola perilaku masyarakat yang menjadi lebih individualistis dan ingin serba cepat atau instant, semakin menipisnya tenggang rasa di antara sesama umat manusia, semakin berbaurnya gaya hidup dan budaya antar bangsa. Ditambah lagi dengan aneka tuntutan globalisasi yang memaksa semua bangsa di muka bumi ini untuk “menyatu”.

Bagi sebagian orang, perubahan dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan ketakutan-ketakutan tertentu, yang berakibat pada timbulnya gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun mental atau kejiwaan. Pada akhirnya dapat berpengaruh secara negatif terhadap kualitas spiritualitas kita.

Kiat-kiat berikut diharapkan dapat menolong kita agar siap dan mampu menghadapi perubahan secara positif, sehingga mendatangkan manfaat yang baik bagi kehidupan kita.

Milikilah sikap mental positif terhadap perubahan

Tak ayal lagi, sikap positif merupakan modal utama dalam menghadapi dan mengelola perubahan. Dengan memiliki sikap positif terhadap perubahan, secara mental kita sudah lebih siap dalam mendayagunakan sisi positif dari perubahan, sehingga perubahan tersebut dapat memberikan manfaat yang baik bagi kita.

Sikap Mental Positif (SMP) yang dibutuhkan adalah :
a. Menerima secara sadar dan berbesar hati bahwa untuk mencapai pertumbuhan atau perkembangan dibutuhkan adanya suatu perubahan
b. Yakinlah bahwa kita akan mampu menghadapi dan mengelola perubahan tersebut (menurut Rhenald Kasali, Ph.D dalam bukunya Change, inilah yang disebut “believing is seeing”)
c. Lakukan bagian kita sebaik mungkin dan percayakan hasil akhirnya kepada Tuhan Yesus yang akan menyempurnakan segala usaha kita
d. Belajarlah untuk menerima setiap masalah atau problem akibat dari adanya perubahan, sebagai hal yang wajar dalam perjalanan kehidupan kita. Dan ambilah hikmah dari setiap masalah yang kita hadapi. Ingat selalu ayat Alkitab dalam surat 1 Korintus 10:13 yang tertulis demikian, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Amati, kenali dan pahami perubahan yang sedang dan akan terjadi

Saat ini, kita telah memasuki era informasi yang oleh Alvin Toffler disebut sebagai The Third Wave (gelombang ketiga). Gelombang pertama adalah era pertanian sedangkan gelombang kedua adalah era industri. Dalam abad teknologi digital ini, kita diperhadapkan pada berbagai perubahan yang begitu cepat dan bersifat global. Hampir tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak terpengaruh oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat. Dampaknya, telah terjadi pula banyak perubahan pada individu dan masyarakat di seluruh dunia. John Naisbitt dalam bukunya  High Tech, High Touch menyebutnya sebagai “Gejala Mabuk Teknologi”, yakni:
a. Manusia lebih menyukai penyelesaian masalah secara kilat
b. Manusia menjadi takut sekaligus memuja teknologi
c. Manusia mengaburkan perbedaan antara hal yang nyata dan hal yang semu
d. Manusia menerima kekerasan sebagai sesuatu yang wajar
e. Manusia mencintai teknologi dalam wujud mainan
f. Manusia menjalani kehidupan yang berjarak dan terenggut

Dalam situasi demikian, maka dampak perubahan yang terjadi akan diterima secara berbeda, tergantung pada karakter, kepribadian, kematangan dan daya nalar masing-masing individu.

Pada awal tahun 2000-an, Spencer Johnson, M.D., menerbitkan sebuah buku yang sangat terkenal dalam bidang manajemen perubahan yakni Who Moved my Cheese? Intisari buku tersebut, pada prinsipnya ingin menyarankan kita untuk:

a. Senantiasa mengamati dan memahami perubahan yang sedang terjadi setiap hari
b. Begitu ada perubahan, ambil langkah untuk mengatasi perubahan tersebut
c. Jangan mau “terjebak” terus di zona nyaman, ambil langkah untuk keluar dari sana
d. Bulatkan tekad dan berusaha keras untuk terus mencari cara mengatasi perubahan
e. Jangan sungkan dan jangan segan untuk meminta bantuan kepada orang lain
f. Berikan inspirasi pada orang lain, agar ikut berubah, sebab bila tidak, maka ia akan “mati”

Kalau hal-hal tersebut kita lakukan, niscaya kita akan mampu mendapatkan solusi atas masalah yang kita hadapi sebagai akibat dari perubahan yang terjadi, sekaligus membawa orang lain juga keluar dari masalah yang dihadapinya.

Bekali diri dengan keterampilan baru agar mampu beradaptasi dengan perubahan

Setelah kita kenali dan pahami perubahan yang sedang dan akan terjadi, langkah berikutnya adalah mulai mencari informasi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat menyesuaikan diri dan mendayagunakan perubahan yang terjadi, sehingga kita mampu mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari perubahan itu.

Selain keterampilan teknis, kita juga perlu terus mengasah keterampilan-keterampilan non-teknis seperti, communication skills, team-work, negotiation skills, presentation skills, coaching and counseling ... dan seterusnya. Ada banyak cara untuk mempelajari keterampilan baru tersebut, misalnya melalui teman, belajar secara otodidak, melalui buku-buku atau media komunikasi internet. Kita juga bisa menambah keterampilan dengan cara mengikuti seminar, kursus dan sejenisnya.
Semoga kiat-kiat praktis ini dapat menolong kita untuk mengantisipasi, menghadapi dan mengelola perubahan. Tuhan Yesus Kristus kiranya memberikan kekuatan, hikmat dan kebijaksanaan kepada kita saat menghadapi perubahan.

Daftar Pustaka : 
Kasali, Rhenald, Change, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006
Johnson, Spencer, Who Moved My Cheese?, Jakarta: Elex Media Komputindo,  2003
Toffler, Alvin, The  Third Wave, Jakarta: Pantja Simpati, 1988
Naisbitt, John, High Tech, High Touch, Bandung: Mizan Pustaka, 2001

"Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net"