HARI TUHAN, BERKAH ATAU CELAKA ?

Oleh : Sahala P. Simatupang

Tanggal Posting : 03 December 2013

Jika kita ditanya apakah kita percaya bahwa Hari Tuhan itu akan terjadi dan bisa terjadi kapan saja, sebagian besar kita mungkin menjawab dengan tegas, ya. Namun kalau ditanya lebih lanjut apakah kita sudah siap menghadapinya jika Hari Tuhan tiba, yang bisa saja terjadi pada masa hidup yang sedang kita jalani ini, jawaban kita mungkin tidak semantab jawaban sebelumnya dan argumen jawabannya pun bisa berbagai macam.

Tanggapan kita tentang akan datangnya Hari Tuhan, akan berpengaruh pada cara kita menjalani kehidupan. Orang yang menggangap Hari Tuhan adalah hari kebahagiaan dan sukacita yang sangat ditunggu-tunggu, akan mencurahkan seluruh perhatiannya untuk menyambut hari itu agar peristiwa itu manjadi hari berkah bukan hari celaka. Ia akan berupaya untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Sebaliknya, orang yang menganggap hal itu tidak berarti apa-apa bagi masa depan kehidupannya, tidak akan menaruh perhatian kepada peristiwa itu atau berlaku cuek, emang gue pikiran. Ini menyebabkan ia hidup seenaknya sendiri atau hidup tidak sebagaimana yang Tuhan inginkan. Firman Tuhan telah memberi alasan mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi Hari Tuhan.

Pertama, adanya akibat yang mengerikan dari kecuekan kita akan Hari Tuhan. Menurut Maleakhi 3:1-2 jika Hari Tuhan tiba, ada dua hal yang akan terjadi yaitu: (1) celaka dan pemusnahan bagi setiap orang yang gegabah dan orang yang berbuat fasik yang dilambangkan oleh jerami yang habis terbakar oleh perapian yang menyala, (2) pemulihan dan sukacita penuh bagi mereka yang takut kepada Tuhan. Pemulihan dilambangkan oleh terbitnya surya (matahari) kebenaran dan cahaya surya ('sayapnya') penyembuhan, dan sukacita dilambangkan oleh anak lembu yang keluar dari kandangnya, berjingkrakjingkrak menikmati padang rumput yang luas.

Kedua, kecuekan atau ketidawaspadaan akan mengakibatkan kita mudah mengikuti ajaran sesat mengenai Hari Tuhan karena kita tidak sungguh-sungguh mau memahaminya, sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Banyak ajaran sesat telah dan akan terus muncul, misalnya akan ada orang yang mengaku bahwa ia adalah Yesus Kristus dan mengatakan bahwa Hari Tuhan sudah datang atau akan segera datang (Lukas 21:8). Ajaran sesat yang diterima tentang Hari Tuhan dapat menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara yang salah seperti yang terjadi pada jemaat di Tesalonika. Ajaran yang mengatakan bahwa Hari Tuhan telah tiba menyebabkan beberapa anggota jemaat menjalani kehidupan mereka dengan cara yang salah yaitu hidup tidak tertib (1 Tes. 5:14), tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (2 Tes 3:11). Padahal, untuk menyambut Hari Tuhan Paulus meminta kita untuk “janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik” (2 Tes.13:16).

Ketiga, kecuekan akan menyebabkan kita sulit mempertahankan iman kita saat kesukaran hidup atau penganiayaan terjadi menjelang Hari Tuhan yang mendekat, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus bahwa “kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku” (Luk. 21:12). Kalau kita siap, peristiwa ini merupakan kesempatan kita untuk bersaksi (Luk. 12:13), dan kita mampu bertahan dan memperoleh hidup (Luk. 12:19).

Sebagai pengikut Kristus, Hari Tuhan seharusnya menjadi hari yang kita nanti-nantikan karena pada saat itu kita bisa bertemu dengan Yesus dan mendapat mahkota kehidupan sebagai upah kesetiaan kita kepada-Nya. Come soon, Lord Jesus.