SPIRITUALITAS YANG MENGGUGAH HATI ALLAH
Oleh : Sondang F. Sitorus
Tanggal Posting : 03 December 2013

1. Berbuat baik
Iman dan perbuatan merupakan dua sisi spiritualitas yang saling berkaitan seperti sisi-sisi sebuah koin. Iman diekspresikan melalui perbuatan dan perbuatan menjadi bernilai dengan dasar iman. Perbuatan iman dapat berupa berbagai praktik kehidupan bersama orang lain, di hadapan Tuhan maupun secara personal. Setiap perbuatan baik kepada orang lain, misalnya, merupakan contoh perbuatan iman.
2. Tidak menghakimi
Tetapi, kemudian patut kita renungkan, ketika kita melakukan praktik iman, maka iman seperti apa yang kita hidupi? Dalam Matius 7:1 dituliskan: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” Ketika kita berhadapan dengan orang lain dengan tiap praktik atau perilaku hidup yang berbeda-beda dan beragam dengan kita, seberapa pun berbedanya mereka dengan kita, kita mau mempraktikkan kerendahan hati tidak menghakimi. Dengan demikian spiritualitas yang kita hidupi bukanlah spiritualitas persaingan atau pertandingan dengan orang lain, melainkan spiritualitas persaingan dan pertandingan dalam diri, antara kehendak melakukan yang baik dengan praktiknya.
3. Mengakui kesalahan
Mengakui kesalahan berarti berani mengoreksi diri sendiri, tanpa membandingkan atau menyalahkan orang lain. Keberanian dan kesadaran diri mengaku salah di hadapan Allah memiliki nilai yang besar daripada segala praktik iman yang dilakukan dalam kesom bongan. Yeremia mengakui bahwa sebagai bangsa Yehuda, mereka berdosa. Yeremia mengoreksi diri dan umat, dan datang memohon pengampunan Tuhan.
4. Berserah
Dari 2 Timotius 4 : 17–18 yang ditulis Paulus dari dalam penjara untuk menguatkan dan memotivasi Timotius sebagai generasi penerus, Paulus menyadari bahwa sekalipun manusia meninggalkannya, tetapi Tuhan menyertainya selalu, bahkan menyelamatkannya. Paulus menyerahkan dirinya kepada Allah yang mengetahui segala sesuatu dan tidak mengandalkan manusia.
Sementara 2 Timotius 4 : 7–8 merupakan jaminan jika kita mengakhiri pertandingan dengan baik, mencapai garis akhir dengan tetap memelihara iman, maka tersedia mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya untuk semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.