KETAATAN: MELAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN
Oleh : Pdt. Evangeline Pua
Tanggal Posting : 03 December 2013

Sebuah merk benda elektronik ternama mengakui bahwa produknya memakai besi dari Pulau Bangka. Friends of the Earth, sebuah gerakan akar rumput demi lingkungan menyaksikannya dalam suatu surat kabar online (http://www.theguardian.com/environment/2013/apr/25/samsung-tin-mines-indonesia-child-labour).
Produk Samsung kini memang naik daun, terutama di Korea. Hebatnya, pihak Samsung mengakui kelalaian ini. Mereka menyatakan dalam sebuah surat elektronik bahwa ketika mereka tidak mempunyai hubungan langsung dengan penyuplai besi dari Pulau Bangka, mereka mengetahui bahwa beberapa dari bahan yang mereka pakai dalam merakit produk mereka itu bersumber dari wilayah tersebut. Mereka pun berupaya menempuh suatu penyelidikan mendalam terhadap rantai penyediaan di wilayah tersebut supaya memahami apa yang terjadi secara lebih baik dan peran apa yang mereka jalankan.
Gambaran di atas memperkuat fakta bahwa tidak gampang menjadi orang benar dan taat kepada Tuhan. Tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berdusta belumlah menjadi indikasi atas kesempurnaan kehidupan kita. Bila diurut dari apa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata ada banyak kecacatan moral yang perlu dibenahi. Ponsel pun menjadi saksi kelalaian kita untuk hidup lurus di hadapan Allah. Praktek penambangan resmi apalagi liar sama-sama tidak bebas dari kesalahan. Upah buruh yang tidak dibayar sesuai aturan. Kesejahteraan dan keselamatan pekerja seringkali juga diabaikan. Belum lagi limbah yang mencemarkan perairan dan tanah sekitarnya. Penambangan besi di Pulau Bangka menjadi satu rahasia umum betapa anak-anak pun dipekerjakan, lingkungan tercemar dan menewaskan sekitar 150 penambang setiap tahunnya.
Manakala setiap kemajuan jaman mesti dinikmati, biarlah hasil akhir yang kita timbulkan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Pemakaian alat elektronik jangan menjadi buaian dalam kenikmatan kita. Menghabiskan waktu berjam-jam di muka TV, dengar radio sekeras-kerasnyademi membunuh rasa sepi, atau sibuk mengunggah atau mengunduh hiburan yang sifatnya semu. Sebaliknya, pakailah fasilitas itu untuk mencerdaskan bangsa, membangkitkan pengharapan di negara, memulihkan bumi yang usianya sangat menua. Selamat menyukuri anugerah keselamatan. Lakukan apa yang memang harus dilakukan karena Allah memperlengkapi kita dengan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (lihat 2 Tim 1:7).
Biarlah Perjamuan Kudus menjadi sarana untuk mengenang setiap kebaikan Allah dan meneruskannya seluas-luasnya seumur hidup kita.