YANG HILANG, YANG DICARI, YANG DIKASIHI

Oleh : Lucy S. Tjandra

Tanggal Posting : 03 December 2013

“ Hilang? Trus mesti cari? Yah…. Tergantung seberapa mahal nilainya atau seberapa berartinya “

Semua orang pasti pernah kehilangan, kehilangan barang baik karena lupa, dicopet, kehilangan orang yang dikasihinya ataupun kehilangan peristiwa-peristiwa berharga.

Kehilangan seseorang yang meninggal, tentu tidak memungkinkan untuk mencari lagi. Kehilangan peristiwa-peristiwa yang berharga juga tidak mungkin untuk diulang kembali.

Kehilangan barang pun mungkin akan tergantung seberapa nilai atau arti barang tersebut bagi kita.

Kalau ada kemungkinan yang hilang itu bisa ditemukan, biasanya kita akan “hitung-hitungan”, berapa biaya yang dikeluarkan untuk mencari, lebih besar atau lebih kecil daripada membeli yang baru. Atau justru kita tidak mempedulikan sama sekali, biar saja hilang toh masih ada banyak.

Untung sekali Tuhan kita tidak seperti itu. Perumpamaan domba yang hilang menggambarkan walaupun hanya 1 domba yang hilang, meskipun 99 domba yang masih ada, sang gembala terus mencari domba tersebut. Tuhan tidak memikirkan besar kecil arti manusia yang hilang di hadapan Tuhan. Semua manusia bernilai sama dan berharga dimata–Nya. Hitung-hitungan untung rugi tidak menjadi hal yang penting dan utama. Kasih dan cinta Tuhan menggerakkan–Nya untuk setia mencari setiap jiwa yang terhilang tanpa memandang besar kecil, kaya miskin, pintar atau bodoh.

Apakah gereja juga sudah melakukan hal yang sama untuk setiap jemaatnya? 

Image courtesy of zole4 at FreeDigitalPhotos.net