Yesus Kristus Raja Surgawi Sejati

Oleh : Yosev Tito Pardede, S.Si (Teol.)

Tanggal Posting : 04 December 2013

Siapakah yang mengingat nama Kipchoge Keino dan mengelu-elukannya? Hampir tidak ada orang yang masih mengingat pelari dari Negara Kenya ini. Saat ini orang-orang di dunia yang mendewakan kecepatan lebih mengenal nama Usain Bolt, pelari tercepat di muka bumi ini.

 

Sesungguhnya, prestasi Kipchoge Keino tidak jelek. Ia berhasil menjuarai lari 1500 meter di Olimpiade tahun 1968. Ia adalah pahlawan dan kebanggan bagi rakyat Kenya yang miskin. Namun, ketenaran itu hanya berlaku dahulu, sekarang banyak orang mulai melupakannya. Kebanggan prestasi tidak abadi, ia akan lapuk dimakan zaman. Kecuali bagi orang-orang yang pernah mengenal dekat pribadi Kipchoge Keino, dia selalu dikenang dan dielukan sebagai pahlawan sejati.

 

Kipchoge Keino memiliki istri bernama Phyllis. Mereka dikaruniai tujuh orang anak. Akan tetapi, selain membesarkan tujuh orang anak, Kipchoge Keino juga merawat dan membesarkan ratusan anak-anak miskin dan yatim piatu, korban perang layaknya keluarga sendiri. Kipchoge Keino bukan hanya memberikan tempat tinggal dan makan kepada anak-anak tersebut melainkan juga rasa aman dan cinta kepada mereka. Puncaknya, Kipchoge Keino beserta istri membangun yayasan pendidikan bagi anak-anak tersebut di Eldoret, Kenya. Ia memberikan hal paling penting dalam hidup anak-anak tersebut, yakni pengharapan bahwa hidup penuh dengan kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

 

Saat ini masyarakat dunia melupakan Kipchoge Keino, tetapi orang-orang yang pernah mengenal dan merasakan cinta Kipchoge Keino bersaksi kepada dunia tentang kisah inspiratif  hidup pahlawannya. Pahlawan tidak identik dengan selebriti dan ketenaran. Pahlawan juga tidak harus selalu berkilauan gemilang. Tetapi, ada satu hal yang paling diingat dari seorang pahlawan, ia tidak akan dilupakan para pendukungnya karena ia berhasil membuat sesuatu yang berbeda, bermakna dan relevan bagi orang lain.

 

Demikian juga Yesus Kristus, dunia tidak mengenal Dia dan membenci-Nya. Nama Yesus berkali-kali diserukan untuk dilecehkan dan menjadi olok-olok banyak orang. Ia mengalami pelecehan di kayu salib. Tetapi, pengakuan kita terhadap Yesus sebagai Raja Sejati bukan karena seberapa tenar atau mulia nama-Nya, melainkan karena dalam hidup kita, sungguh-sungguh kita mengalami bahwa Yesus menyentuh hati dan melakukan sesuatu yang bermakna dan relevan dalam hidup kita. (YTP)